Kamis, 26 April 2012

SrawungSeniSegaraGunung

Selembar leaflet tertempel di papan pengumuman kampus membuat ku tergerak untuk mendektinya dan membaca isinya. Rupanya sebuah pengumuman tentang perhelatan bertajuk Srawung Seni Segara gunung. yang diadakan di seputaran Ccandi borobudur. Srawung Seni Segara Gunung, Sebuah event kesenian yang yang digagas untuk menafsirkan kembali relasi antara seni dan ketuhanan, seni dan arkeologi, seni dan mitos. Perhelatan berkesenian yang digelar di situs-situs jejak kejayaan masa lalu. 
Kebetulan sore itu bisa pulang lebih awal. kemudian aku ajak Nira untuk pergi ke Borobudur. Nira begitu antusias, dan selepas maghrib kami meluncur dari magelang ke Borobudur.

Minggu, 15 April 2012

TENTANG PERAYAAN

Ulang tahun kota Magelang ke 1106 tahun 2012

Sudah lazim dilakukan ketika hari jadi selalu diadakan perayaan sebagai pengingatnya. Perayaan tak hanya menyangkut daur hidup manusia tetapi juga kelahiran sebuah kota. Magelang...Kota kecil yang terletak kurang lebih 40 km dari pusat kota Mataram merayakan hari jadinya yang ke 1106 di bulan April 2012. Memang sudah cukup tua usianya. Kemeriahan perayaan sitandai dengan beragam ritus salah satunya adalah upacara   yang diadakan dengan menggunakan bahasa Jawa.  para peserta upacara menggunakan pakaian adat Jawa, dan berbagai aba-aba juga menggunakan bahasa jawa. Entah apa ide dari pelaksanaan upacara itu, mungkin maksudnya adalah ekspresi dari upaya untuk melestarikan "kebudayaan" 

Minggu, 08 Januari 2012

Terompet dari bahan bekas


Tahun baru dan terompet memang sudah tidak dapat dipisahkan. Menjelang pergantian tahun pedagang terompet keliling mulai bermunculan dan tiba-tiba hilang setelah perayaan tahun baru lewat. Saat ini bentuk terompet yang dijual sangat bervariasi ada yang hanya kerucut lurus, berbentuk naga, ada juga yang berkelok-kelok persis terompet untuk konser music. Bahannya juga bervariasi, tidak hanya dari kertas, tetapi juga dari plastic. Perbedaan bentuk dan bahan menentukan  harganya juga.
Prinsip kerja terompet sebetulnya sangat sederhana, bunyi terompet berasal dari aliran udara yang menggetarkan membran kemudian menghasilkan suara. Dengan sedikit kreativitas dan meluangkan waktu tentunya, terompet dapat dibuat dengan barang-barang bekas.  Daripada membeli dengan harga cukup mahal, dan lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan barang bekas.
Bahan:
Dua botol plastic bekas ukuran berbeda tetapi ukuran lubangnya sama
Potongan pipa pralon ½ inch
Balon/plastic
Selang


cara membuat:

Sabtu, 17 Desember 2011

Sensasi baru membaca buku…


Buku mulai dikenal di Mesir  tahun 2400an dalam bentuk tulisan pada gulungan-gulungan kertas yang disebut dengan papirus.  Berabad-abad kemudian buku dalam bentuk kertas dari bahan dasar bamboo ditemukan  Cina.
            Teknologi pembuatan kertas berkembang dari Cina ke Eropa pada abad 11 Masehi dan semakin berkembang hingga diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg. Hadirnya teknologi catak dan produksi kertas telah menimbulkan revolusi sosial di Eropa.  Teknologi cetak yang berkembang saat itu menjadikan buku semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan.  gagasan-gagasan kritis terhadap dominasi gereja dan kerajaan mulai disebarkan melalui buku. Dominasi gereja dan kerajaan sebagai pemegang otoritas agama dan kekuasaan mulai dipertanyakan dan mimicu terjadinya revolusi sosial. 

Minggu, 30 Oktober 2011

Dahon Roo D7, Curve D3, dan Vitesse P18

Perkenalan saya dengan sepeda lipat berawal tahun 2008. Saat itu pemakai sepeda lipat khususnya di Jogja masih sangat jarang.  Toko sepeda yang menujalnya pun masih stau dua tempat saja. Kalaupun ada paling sebatas toko-toko yang memang cukup besar seperti toko sepeda yang ada di Malioboro dan Gondomanan.  Seiring semakin populernya sepeda, virus sepeda lipat juga semakin mewabah. Terutama setelah salah satu pabrik sepeda merk lokal mulai membuat sepeda lipat. Sepeda lipat produk China juga semakin banyak dipasaran. 

Candi Abang, Gua Sentono, Gua Jepang

Sudah hampir dua bulan ini dengkul tidak diajak olah raga. Maklum situasi tidak memungkinkan karena ketidakjelasan domisili. Akhirnya pagi ini kesampaian juga ngobel bareng Blackko sepeda kesayanganku. Nama itu kuberikan karena warnanya BLACK dan pakai ban KOJAK. Niat untuk ngobel bersama Blakko memang sudah ada sejak beberapa hari sebelumnya. Tujuannya adalah Candi Abang. Kebetulan sedang pada ngadain inisiasi di tempat itu. Pagi rasanya malas bangun, karena aku baru tidur jam dua.sebetulnya jam lima pagi aku sudah bangun, namun rasanya masih berat untuk beranjak, padahal rencananya aku berangkat sepagi mungkin supaya tidak terlalu panas. Akhirnya aku baru bangun jam tujuh, dan setelah urusan beres-beres bisa beres akhirnya aku berangkat jam delapan.

Sabtu, 22 Oktober 2011